Edenfrais Sarumaha tumbuh sebagai anak yatim setelah ayah kandungnya meninggal dunia. Sejak saat itu, ibunya berjuang seorang diri sebagai petani kecil di desa dengan penghasilan yang sangat terbatas untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Keterbatasan ekonomi membuat sang ibu tidak mampu memenuhi kebutuhan tumbuh kembang maupun biaya pendidikan Edenfrais secara layak. Demi memberikan kesempatan kepada putranya untuk memperoleh pengasuhan yang baik dan melanjutkan pendidikan, Edenfrais kemudian dititipkan di panti asuhan. Saat ini, Edenfrais menempuh pendidikan di SD Nasrani 4 Medan. Ia memiliki bakat dalam bidang vokal dan musik yang terus dikembangkan, namun membutuhkan dukungan untuk memenuhi biaya SPP bulanan agar dapat terus bersekolah dan mengembangkan potensinya.