Andreas Atuloo Giawa kehilangan ayah kandungnya sejak usia dini. Sejak saat itu, ibunya berjuang seorang diri sebagai petani di pedalaman Hilinamazihono dengan penghasilan yang sangat terbatas. Kondisi ekonomi yang berat membuat sang ibu mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pendidikan anak-anaknya. Demi memberikan kesempatan kepada Andreas untuk memperoleh pengasuhan yang layak dan melanjutkan pendidikan, ia kemudian dititipkan di panti asuhan. Saat ini, Andreas menempuh pendidikan di SMP Negeri 19 Medan. Ia dikenal sebagai anak yang tenang, memiliki kemampuan berpikir analitis, dan tekun dalam belajar, dengan harapan dapat terus mengembangkan potensi dirinya untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Belum ada donatur. Jadilah yang pertama.